Heboh, Bumi Itu Sebenarnya Datar (Flat Earth) Bukan Bulat.

Belakangan ini muncul kembali pendapat yang mengungkapkan bahwa bumi itu ialah datar (flat earth). Teori flat earth ini sebenarnya di mulai pada abad ke 19 dengan pengusungnya yaitu Samuel Birley Rowbotham (1816–1884). Beliau ialah penulis buku Zetetic Astronomy pada tahun 1849 setebal 16 halaman. Pada thn 1881 terdapat tambahan menjadi 430 halaman yang menambah lebih banyak penjelasan  detail dari hasil penelitian yang di lakukan oleh Samuel Rowbotham.

Samuel Robotham melakukan penelitian di Sungai Norfolk di Inggris pada tahun 1838 yang dinamakan Bedford Experiment . Bedford sendiri ialah sebuah sungai di Norfolk Inggris. Percobaan yang dilakukan ini ialah untuk membuktikan apakah bentuk bumi bulat seperti bola ( globe ) juga untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi ( curve ).

flat earth (bumi datar)

flat earth (bumi datar)

Jika banyak pendapat para ahli yang mengungkapkan total luas lingkaran bumi ialah 25.000 mil, maka hitungan secara matematis jika total luas lingkaran bumi ialah 25.000 mil, seharusnya pada jarak +- 6 mil (9.7 km) sudah bisa melihat lengkungan (curve).

Akan Tetapi tapi Samuel Robowtham ini mencoba melihat kapal dengan tinggi 5 kaki dengan menggunakan teleskop yang dia didirikan setinggi 8 inch. Kemudian di taruh di atas air sungai Bedford, dengan begitu kapal tsb sudah melewati jarak lebih dari 6 mil (9.7 km), namun dia masih bisa melihat dengan jelas kapal tersebut dengan teleskopnya.

Logikanya jika memang benar bumi itu berbentuk bulat seperti bola ( sphere ) tidak mungkin kapal tersebut masih kelihatan jika sudah melewati jarak 6 mil. Akan tetapi dia masih bisa melihat kapal walaupun menggunakan teleskop karena kapal tersebut sudah berada di balik lengkungan bumi.

Kepercayaan Kuno

Menurut Wikipedia bahwa kepercayaan flat earth ialah kebudayaan masa lalu berpegang teguh pada keyakinan bahwa bumi itu datar.

Bumi datar adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa Bumi berbentuk datar. Hal ini banyak diyakini oleh berbagai macam budaya seperti Babilonia kuno, India, Cina, dan Jepang kuno. Pada periode awal Mesir dan Mesopotamia menganggap Bumi digambarkan sebagai piringan datar yang mengambang di laut. Gambaran tentang hal itu ditemukan dalam catatan Homer dari abad ke 8 SM di mana “Okeanos, dipersonifikasikan dari air yang mengelilingi permukaan lingkaran bumi. Bumi adalah piringan pipih yang mengambang di atas air. Tulisan pada Piramida dan Coffin mengungkapkan bahwa orang Mesir kuno percaya Nun (Samudera) adalah sebuah bentuk melingkar mengelilingi nbwt (arti istilah “lahan kering” atau “Kepulauan”)”

Bahkan di Amerika komunitas Flat Earth memiliki banyak anggota seiring dengan kemajuan jaman serta makin terbukanya informasi. Salah satu teori terkemuka yang mereka ungkapkan ialah bumi berupa piringan, di mana Lingkaran Arktik berada di pusatnya, sementara benua Antartika merupakan sebuah lingkaran dinding es setinggi +-150 kaki atau 50 meter yang mengelilingi bumi. Tidak ada kutub utara dan kutub selatan.

Pembohongan Publik

Menurut  mereka, NASA melakukan pembohongan publik dengan memberikan informasi terus menerus mengenai bumi itu bulat dan merahasiakan Fakta yang sesungguhnya. Masih menurut mereka, matahari dan bulan berotasi mengelilingi bumi dan besar matahari dan bulan itu sama. Matahari dan bulan ialah benda yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 51 kilometer, yang berputar mengelilingi bumi pada ketinggian 5000 kilometer di atas permukaan bumi yang datar.

Pada dasarnya ada beberapa teori dari flat earther yang seperti gurauan namun masuk akal, seperti :

  • Jika bumi bulat dan berputar, maka seharusnya pesawat terbang tidak harus terbang menuju tempat tujuan. Cukup terbang dan diam di tempat, maka akan sampai dengan sendirinya.
  • Jika kamu terbang dari Sidney, Australia ke Santiago, Chile tidak ada rute langsung. Padahal jika direct flight Cuma memakan waktu 15 jam. Akan tetapi harus transit dulu di Los Angeles, jika menggunakan peta globe. Tetapi jika menggunakan peta flat earth, maka rute tersebut masuk akal karena akan menjadi garis lurus.
rute penerbangan flat earth vs globe

rute penerbangan globe vs flat earth

  • NASA sampai saat ini masih memakai “Siklus Saros” untuk menghitung dengan pasti kapan gerhana akan terjadi . Siklus Saros ditemukan oleh Bangsa Babilon menurut Wikipedia.“The earliest discovered historical record of what we call the saros is by the Chaldeans (ancient Babylonian astronomers) in the last several centuries BC. It was later known to Hipparchus, Pliny and Ptolemy.” Jika Nasa mempunyai banyak ahli astronomi, lalu Mengapa NASA masih memakai perhitungan siklus peradaban kuno yang percaya bahwa bumi itu datar.

Detail yang mereka kemukakan memang terdengar absurd dan seperti gurauan, namun makin banyak juga orang yang makin percaya bahwa bumi itu datar. Berikut merupakan video dari https://flatearth101.wordpress.com/ yang bisa menjadi referensi.

 

Nah menurut  kamu bumi itu bulat apa datar?

Baca Juga : Inilah Fakta Unik Tentang Uttaran Yang Harus Kamu Tahu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *